Kolom Pertama : Selalu Sulit Untuk Memulai yang Pertama

Jam dinding menunjukan pukul 9 malam. Sudah 2 jam aku menulis kolom pertama ini. Berulang kali aku menulis selalu saja berakhir sama “ini masih belum cukup baik” kataku dalam hati. Setiap kali kutorehkan kata demi kata, aku merasa ada yang salah atau apa itu hanya perasaanku? Sudahlah mungkin yang kubutuhkan saat ini hanya sedikit inspirasi.


Kemudian, ku istirahatkan sejenak pikiranku dengan  membaca status teman-teman di facebook. Tanpa kusadari, ternyata lebih mudah menulis sedikit kata yang berarti banyak dibandingkan dengan banyak kata yang berarti sedikit. Inilah inspirasi yang kucari.


Dalam menulis, aku terlalu banyak bertele-tele. Kata bapak guru yang terhormat, itu adalah kesalahan awal dalam menulis.  Siapa peduli. Lagipula aku jarang, bahkan bisa dikatakan tidak pernah menulis tentang diriku sendiri. Jadi ini adalah pembelajaran yang pertama dalam menulis tentang diriku.


Sangat ironis, dalam angganku, aku ingin menjadi kolumnis yang hebat. Dalam anganku, aku ingin menulis hal-hal yang fenomenal, mendapat banyak pujian. Dalam angganku, aku ingin setiap orang menghargai karya tulisku. Namun, apa daya, selama 3 jam bergelut dengan komputer, hanya sepenggal kalimat yang kutuliskan.

 Selalu Sulit Untuk Memulai yang Pertama

Tanpa arti. Tanpa kata. Bias. Namun meninggalkan kesan yang mendalam bagiku. tulisan pertamaku. Dan aku menyukai tulisanku . Selalu menyukainya.

5 komentar:

Rawins mengatakan...

inspirasi menulis tuh ga bakalan abis
yang membuat inspirasi macet tuh cuman satu
terlalu terbebani pengen nulis bermutu
padahal definisi tulisan bermutu tuh ga pernah jelas
nulis apa adanya aja deh
suer, terasa ringan banget dan bikin otak fresh
bukannya stress...

sgharjono mengatakan...

Selalu saja angan mengalahkan kenyataan yang terjadi. Selalu saja angan meminta hal yang sempurna tanpa mempedulikan kemampuan yang ada. Saya sendiri selalu saja merasakan hal sama, tapi hal itu saya acuhkan toh yang menulis itu aku sendiri dan tidak mau terlihat sama dengan gaya tulisan kolomnis hebat.

Bagiku tulisanku yan tulisanaku sendiri dan tulisan kolumnis terkenal, ya memag hebat biar digunakan untuk dia sendiri. **mbuletdotcom**

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Rika Priwantina mengatakan...

"Tanpa kusadari, ternyata lebih mudah menulis sedikit kata yang berarti banyak dibandingkan dengan banyak kata yang berarti sedikit."


kalimat di atas, dan ternyata bukan cuma aku yang ngalamin hal ini. setiap menulis panjang lebar tapi aku cuma suka sederet kata-kata pendek yang aku tulis, entah kenapa rasanya lebih berarti..

menulis! menulis! tulis apa saja yang kita suka, boleh kan? hehe

kawanua mengatakan...

Seamat datang didunia blogging, dunia saling berbagi cerita dan berbagi berita...

Kolumnis mengatakan...

@Rawins iya kakak cma nulis,sekedar berbagai

@Sgharyono
begitulah, q coba mencari karakter menulis.

@rika
kerjaanku rik maen kata kayak gitu. udah nasib jadi konsultan mesti pinter ngomong tapi klo nulis serasa sulit sekali.

@kawanua
ma kasih kakak

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Developed by Free CSS Templates Pimped for blogger by Blogger Templates