21 september



Hari ini aku bersyukur untuk bisa menikmati secangkir kopi, makanan ringan dan tentu saja sebatang rokok putih bermerek Marlboro. Memang, untuk ukuran wanita, ada banyak yang mengkritik gaya hidupku. Orang tuaku, pamanku, atau teman-teman di tempat kerja. Tapi tidak mengapa, aku sudah biasa dipandang dengan tatapan mata seperti itu.


Aku tidak pernah peduli. Bagiku, itu tidak pernah mengganggu siapapun. Kebiasaan ini sudah terjadi sejak aku duduk di bangku kuliah. Aku tidak ingat kapan ku hisap rokok pertamaku, yang jelas, aku masih ingat itu bermerk LA.

Merokok itu membuatku merasa tenang. Terkadang aku merasa sangat tertekan dalam menjalani beratnya kehidupan. Sebagai gantinya, aku kesulitan dalam mencari pasangan hidup. Apalagi pekerjaanku sebagai konsultan yang harus terus bergerak dinamis bepergian ke berbagai kota, Negara, dan dunia.

Tapi aku tidak pernah menyesal atas itu. Atau menyalahkan pandangan buruk orang lain. Aku menyukai setiap batang rokok yang kuhisap. Dan untuk itu aku bersyukur.

5 komentar:

arqu3fiq mengatakan...

Menyenangkan diri sendiri itu memang enak, apalagi kalau kita bebas mengexpresikan diri, terserah apa kata orang lain yang penting kita tidak mengganggu orang lain. Selamat menikmati indahnya hidup ya mbak.

Fiction's World mengatakan...

well, merokok termasuk human right sih, tapi hak setiap orang dibatasi hak yang lainnya juga sih ya, sayangnya asap rokok terhisap oleh orang lain #aaah gimana sih muter2 :P

klo gg merokok lebih cantik loh :)

Kolumnis mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Kolumnis mengatakan...

@fiction world

iya kakak, sering di gtuin ama orang 2 disekitarku. tapi q tau diri kok...
merokoknya sendirian aja ndak di tempat umum

W i e d e s i g n a r c h mengatakan...

wah... setuju dengan kalimatmu itu... tidak di depan umum... ^___^ merokok memang hak manusia juga, jadi yah bisa dimaklumi...^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Developed by Free CSS Templates Pimped for blogger by Blogger Templates