Menentukan Visi dan Misi Sebuah Blog

Seiring dengan berjalannya waktu, blog colomnis ini telah mencapai prestasi page rank 1 dari google. Prestasi yang membuat saya sedikit mereview kembali tentang visi dan misi blog ini sendiri. Menurut versi saya, visi itu adalah tujuan atau sasaran sedangkan misi adalah bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Saya mungkin agak sinting, tapi tujuan utama blog ini hanya sebagai pendukung, atau penguat citra diri pribadi atas apa yang akan saya lakukan di dunia offline. Saya berencana membangun sesuatu berawal dari blog ini.

Saya merumuskannya sebagai berikut :
Visi  : Mengembangkan Kepribadian.
Alasan pembenaran : saya rasa tulisan akan mengingatkan saya tentang kesalahan yang saya lakukan di masa lalu.

Misi :

1.       Lihat Sisi baik setiap kejadian dalam hidup.
2.       Dilarang mengkritik tanpa solusi.
3.       Utamakan Selamat.

Meskipun visi dan misi di atas terlihat sederhana, saya rasa tidaklah terlalu berlebihan jika saya harus mengingat masa suram saya di masalalu. Istilahnya…….. perlahan tapi pasti dan sedikit-sedikit dari pada tidak sama sekali.  

Kehidupan



saya kira saya mulai gila lagi ketika ada ide yang sedikit jahil untuk bertanya kepada diri sendiri sebenarnya apa sih tujuan hidup saya? agak gila kalau saya tidak lagi seperti orang kebanyakan yang hidup bertujuan ke arah "surga" karena hampir bisa dipastikan kehidupan saya banyak nyelenehnya dari perintahNya. jadi saya kebingungan menjawab pertanyaan macam itu.

sebenarnya sejak lama saya cuma ingin berdamai dengan diri sendiri, menginginkan hal sederhana dalam hidup, membaca, bekerja, bercanda, sedikit bersenang-senang, dan sekali kali menatap layar komputer menuliskan kegilaan yang sudah saya lakukan dalam kehidupan. ya... kehidupan yang sederhana saja, ga' neko 2.

tapi apa mau dikata, namanya kita hidup dalam masyarakat yang tipe orangnya tidak bisa di tebak. ada saja yang membuat kita terpaksa berkata "brengsek" atau menghela nafas dalam-dalam untuk menahan kegilaan mereka. kemudian tersenyum sinis menertawakan semuanya.

mungkin hal itu terjadi karena saya ini termasuk orang pendiam yang bisa nya memberikan kritik pedas, tapi tidak bisa memberikan solusi. seperti orang tidak waras yang terbelenggu pemikirannya sendiri. tapi itulah saya. 

lebih jauh lagi tentang kehidupan, saya berprinsip " Biarlah mengalir seperti air", kadang-kadang saya berpikir saya itu terlalu ceroboh, keras kepala, tapi sepertinya banyak orang yang menyukai saya. membicarakan saya,  memikirkan saya, dan entahlah. padahal itu sesuatu yang salah. saya itu bukan siapa-siapa. gara-garanya saya tidak mengikuti om joko susilo dengan prinsip "stop dreaming start action", kwa ha ha ha dunia itu memang lucu, tapi sekali-kali saya itu memang tidak pernah berpikir. ya sudahlah, namanya manusia tentu ada kurangnya. dan saya menerima semua kekurangan saya maka saya pun harus berani menerima kekurangan setiap orang. 


Blog Baru Untuk Foto dan Theme



Meluncurkan Blog baru tentang Foto dan Theme. Masih dalam rangka bersenang-senang saya mengelola blog blog tersebut dengan sedemikian rupa. sederhana tapi menginspirasi. sangat mudah, tapi butuh ketekunan. dan terakhir, saya rasa saya sudah berdamai dengan keinginan menghasilkan uang dari blog. saya menyerah dan kalah. hanya untuk menulis, tertawa dan menyia-nyiakan waktu yang ada.

Dewa Kematian - Bagaimana Aku Meninggal?


death note - film yang menginspirasi untuk menulis catatan kematian. dikisahkan seorang lelaki mendapatkan buku yang mengatur kematian seseorang dari dewa kematian. ia menjadi dewa kematian itu sendiri. lelaki yang putus asa akan ketidakteraturan yang ada di dunia. ambisius. menghapus semua kejahatan tapi ia adalah penjahat itu sendiri.

aku tidak berfokus pada bagaimana film itu berjalan. siapa tokoh utamanya atau bagaimana hal seperti itu terjadi. aku menyukai pemikiran-pemikiran didalamnya. hampir sama sepertiku. pemikiran sinis tentang bagaimana sikap orang lain yang melakukan tindak kejahatan, sangat menarik.

manusia hidup dengan motif. alasan pembenaran yang bisa diterima oleh orang lain. aku? tidak demikian. aku bertindak atas alasan apa yang bisa diterima olehku. sedangkan orang lain bagiku nothing.terkesan arogan, tapi aku menyukai diriku yang selalu memikirkan banyak hal yang tidak perlu dipikirkan. menghabiskan waktu, bermalas-malasan tapi itu menyenangkan.

sampai saat ini aku masih tetap orang yang sedikit sama seperti beberapa tahun terkahir. aku gagal menempuh kuliah S1 dan keluar begitu saja. sempat stress, tapi itu membuatku memiliki pemikiran yang cenderung berbeda tentang manusia itu sendiri. rumit.

sepertinya aku tidak pernah tahu apa penyebab kegagalanku. saat aku mulai sadar apa sebab dari semua kejadian, itu tidak terlalu menggelikan untuk ditertawakan. aku membenci hal itu. jangankan untuk mencari kerja, aku pesimistis dan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupku. jika aku menjadi sang dewa kematian yang mempunyai catatan kematian, aku akan menuliskan "aku akan mati dalam kedamaian dan melupakan semua hal yang terjadi", serangan jantung. tanpa kesakitan.

tapi itu tidak mungkin dan aku bersepakat dengan diriku, lupakan masa lalu dan lanjutkan hidupmu. aku sudah mati dan orang mati tidak pernah berpikir tentang kehidupan. aku menjadi diriku sendiri. aku merindukan diriku. dan akan tetap menjadi diriku meskipun untuk alasan yang tidak tepat. aku suka berpikir. aku sendirian. dan aku menyukai diriku dan kehidupanku. tanpa alasan apapun.

Aku Masih Ingat Tentang Aku



Aku. Sepertinya definisi aku tidak lebih dari pengakuan tentang bagaimana aku memandang diriku. Kadang bodoh juga jika kata “aku” harus mengacu pada pandangan orang lain tentang diriku. aku adalah aku. Aku menurutversiku.

Aku tidak lupa tentang siapa aku. Aku yang masih sangat polos saat menulis karya pertamaku. Aku yang masih terus terkekang oleh pikiranku. Pikiran tentang aku.  Membumbung tinggi angganku, tanpa sayap. Putus asa. Jiwa yang mati versiku.

Sepertinya aku masih bercanda dengan keakuanku. Selalu begitu. Masih tetap orang yang sama. Aku yang menyukai  kehidupanku.  Duniaku. Blogku. Dan kesenanganku.  Itulah aku. Jadi, Tebak siapa aku?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Developed by Free CSS Templates Pimped for blogger by Blogger Templates