Tampilkan postingan dengan label Menjawab pernyataan Erianto Anas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjawab pernyataan Erianto Anas. Tampilkan semua postingan
Sang Pelacur
Aku sudah lama hidup. Terasingkan. Dulu aku mengira bahwa
tujuan hidupku adalah harta dan kekuasaan. Tapi aku salah. Karena semua orang
memiliki harta terindah di dunia yaitu pemikiran. Orang miskin yang kaya dengan
pemikiran, tidak akan pernah berkeluh kesah atas masalah hidup. Hanya sebuah
candaan. Karena kekuasaan tertinggi adalah mengendalikan hati. Tanpa dendam. Tanpa
iri. Mengalir seperti air. Aku terlambat mengetahui hal itu.
Aku hanya ingin dicintai dengan tulus. Bukan karena kau
mampu membeli kehangatan tubuhku. Bukan pula karena aku terpaksa berurusan
dengan alat kelaminmu. Pernah kah sekali saja kau menggangap aku sebagai
manusia? Punya rasa, punya hati, punya keinginan untuk sekedar dihargai. Dunia ini
memang kejam, dan aku tidak pernah menyalahkan siapapun mengapa aku sampai melacur.
Hanya saja, ini terasa tidak adil bagiku ketika kulihat pembeli tubuhku masih
dihargai orang lain. Aku iri. Aku juga ingin dihargai. Bukankah tidak ada
bedanya antara aku dan pelangganku?
Diposkan oleh Anonim di 09.57 0 komentar
Menjawab pernyataan Islam Bukan agama yang paling benar
Sebenarnya ini hanya bagian dari keisengan di bulan oktober dengan seorang teman. Awalnya, saya hanya melakukan review sekilas pandangmengenai blogernas. blog yang terkenal karena ajaran sesatnya. Penulis blog dengan filsafatnya menuduhkan penghinaan terhadap berbagai macam agama dan mengajukan banyak pertanyaan dan pernyataan. Tapi entahlah, terus terang saja saya kecipratan popular gara-gara terus menentang mas EA (singkatan penulis) dengan komentar pedas yang cerdas.
Diposkan oleh Anonim di 09.31 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
